Pendahuluan
Dunia pendidikan kini semakin bergantung pada teknologi untuk mempercepat proses administrasi dan penilaian. Salah satu inovasi karya anak bangsa yang berperan penting dalam proses tersebut adalah Digital Mark Reader (DMR) — sistem pembaca tanda digital yang menggantikan metode konvensional OMR.
Melalui teknologi DMR, proses scanning dan koreksi LJK (Lembar Jawaban Komputer) menjadi jauh lebih mudah, cepat, dan efisien.
Apa Itu Digital Mark Reader (DMR)?
Digital Mark Reader (DMR) adalah teknologi pemrosesan citra (image processing) yang dikembangkan untuk membaca tanda pada lembar jawaban atau formulir secara digital, tanpa harus menggunakan mesin OMR mahal.
DMR dapat membaca hasil scan dari scanner biasa, bahkan dari hasil foto dokumen dengan kamera, selama hasilnya jelas dan sesuai panduan layout.
Perbedaan DMR dan OMR
| Aspek | OMR (Optical Mark Reader) | DMR (Digital Mark Reader) |
|---|---|---|
| Perangkat | Butuh mesin khusus OMR | Bisa pakai scanner biasa |
| Format LJK | Harus sesuai template tertentu | Lebih fleksibel |
| Biaya | Relatif mahal | Lebih hemat |
| Proses Koreksi | Otomatis tapi terbatas | Otomatis dan fleksibel |
| Teknologi | Sensor cahaya optik | Pemrosesan gambar digital |
Dengan fleksibilitas DMR, sekolah dan kampus tidak perlu lagi membeli alat OMR yang mahal untuk memproses hasil ujian.
Cara Kerja DMR dalam Koreksi LJK
- Scan Lembar Jawaban
LJK discan menggunakan scanner flatbed atau ADF. - Pemrosesan Citra (Image Processing)
Software DMR mendeteksi posisi tanda, mengidentifikasi lingkaran yang dihitamkan, dan mencocokkannya dengan kunci jawaban. - Analisis & Skoring Otomatis
Sistem menghitung nilai tiap peserta dengan tingkat akurasi tinggi. - Ekspor Data
Hasil nilai dapat diekspor ke Excel atau database ujian secara otomatis.
Keunggulan Teknologi DMR
- Akurat dan Cepat: Ribuan LJK bisa dikoreksi dalam waktu singkat.
- Fleksibel Format: Tidak terikat template tetap seperti OMR.
- Biaya Hemat: Tidak perlu mesin khusus, cukup scanner umum.
- Karya Anak Bangsa: Dikembangkan di Indonesia, sesuai kebutuhan lembaga pendidikan lokal.
- Integrasi Mudah: Dapat digunakan di berbagai sistem kampus atau sekolah.
Penerapan di Lapangan
Teknologi DMR telah digunakan di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia, seperti sekolah menengah, universitas, hingga lembaga pelatihan. Bahkan, sistem ini juga digunakan dalam seleksi pegawai dan asesmen kompetensi di tingkat pemerintahan.
Penutup
Dengan hadirnya Digital Mark Reader (DMR), kini siapa pun bisa melakukan koreksi LJK otomatis tanpa perlu investasi mahal.
Solusi ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi lokal mampu bersaing dan memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan.