Pendahuluan
Meski terdengar sederhana, banyak orang masih melakukan kesalahan saat scanning dokumen. Akibatnya, hasil scan sering buram, ukuran file terlalu besar, atau bahkan tidak terbaca dengan jelas. Artikel ini membahas kesalahan umum yang sering terjadi dalam scanning dokumen serta cara menghindarinya.
1. Resolusi Terlalu Rendah
Kesalahan: Menggunakan resolusi rendah (100 dpi atau kurang) sehingga teks tampak pecah.
Solusi: Gunakan 300 dpi untuk dokumen teks dan 600 dpi untuk foto atau detail kecil.
2. Tidak Merapikan Dokumen
Kesalahan: Dokumen kusut, ada staples, atau terlipat sehingga hasil scan miring.
Solusi: Pastikan dokumen rata, bersih, dan bebas dari penghalang sebelum dimasukkan ke scanner.
3. Format File Tidak Tepat
Kesalahan: Menyimpan semua dokumen dalam format JPEG sehingga kualitas menurun.
Solusi: Gunakan PDF untuk dokumen teks, JPEG untuk foto, dan TIFF untuk kualitas arsip tinggi.
4. File Terlalu Besar
Kesalahan: Scanning dengan resolusi terlalu tinggi tanpa kompresi.
Solusi: Gunakan fitur PDF compression atau pilih resolusi sesuai kebutuhan agar ukuran file lebih efisien.
5. Tidak Menggunakan OCR
Kesalahan: Hanya menyimpan hasil scan sebagai gambar, sehingga teks tidak bisa dicari.
Solusi: Gunakan fitur Optical Character Recognition (OCR) untuk mengubah teks hasil scan menjadi teks digital.
6. Tidak Melakukan Editing Ringan
Kesalahan: Hasil scan dibiarkan gelap, miring, atau ada noise.
Solusi: Gunakan software editing untuk menyesuaikan brightness, contrast, dan crop bagian tidak perlu.
Kesimpulan
Kesalahan kecil saat scanning bisa berdampak besar pada kualitas dokumen digital. Dengan memperhatikan resolusi, format file, dan menggunakan fitur OCR, hasil scan akan lebih profesional dan mudah digunakan.